Peran Penyuluh Agama dalam Memperkuat Kerukunan Umat Beragama di Distrik Teluk Patipi Kabupaten FakFak

Authors

  • Lulu Aufa Hibrizi UIN Walisongo Semarang
  • Widayat Mintarsih UIN Walisongo Semarang
  • Ema Hidayanti UIN Walisongo Semarang

Keywords:

Keywords: religious counsellors, religious harmony, social mediators, religious moderation

Abstract

Religious counsellors play an important role in fostering religious life and maintaining religious harmony, particularly in Teluk Patipi District, FakFak Regency, West Papua Province. This study aims to analyse the role, strategies, and obstacles faced by religious counsellors in strengthening religious moderation and social cohesion. This is a qualitative study using a case study approach, through data collection from interviews, field observations, and documentation studies. The results show that religious counsellors function not only as conveyors of religious teachings, but also as agents of social transformation who act as cultural mediators, moral educators, community facilitators, and agents of peace when problems arise between religious communities. The role of counsellors is very important in strengthening religious harmony. The strategies applied include communicative, educational, socio-practical, and adaptive approaches based on local wisdom, such as the philosophy of ‘One Stove, Three Stones’. However, there are various structural, competency, and socio-ideological obstacles, including limited resources, digital literacy challenges, and resistance to religious moderation that religious counselors must face. This study concludes that the success of religious counsellors in multicultural societies depends on their ability to adapt to the local context, build effective communication, and apply inclusive counselling methods. Thus, religious counsellors play an important role in strengthening religious harmony, maintaining social cohesion, and building a faithful, characterful, and harmonious society amid the dynamics of modernisation and globalisation.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali-Fauzi, Ihsan, Zainal Abidin Bagir, Irsyad Rafsadie, Dyah Ayu Kartika, Husni Mubarok, and Ali Nursahid. Agama, Kerukunan Dan Binadamai Di Indonesia: Modul Lokakarya Penyuluh Agama. PUSAD Yayasan Wakaf Paramadina, 2018.

Ali, M. “Penyuluh Agama Islam Sebagai Penggerak Pendidikan Keagamaan Dan Penguatan Karakter Untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Masyarakat.” Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 11, no. 2 (2022).

Anggreni, Marshela, Dwi Apriani Putri, Fauziah Ulfah Nabilah, Whendy jetmy, and Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu. “Peran Penyuluh Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kerukunan Hidup Beragama Di Masyarakat.” Dawuh 4, no. 1 (2023): 19–25.

Asmawiyah, Wiwin. “Peran Penyuluh Agama Dalam Memotivasi Kepala Keluarga Untuk Mencari Nafkah Di Kabupaten Majalengka.” Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) 9, no. 1 (2022): 99–120. https://doi.org/10.15408/jpa.v9i1.24662

Aspila, A, and B Baharuddin. “Eksistensi Penyuluh Agama Sebagai Agen Moderasi Beragama Di Era Kemajemukan Masyarakat Indonesia.” La Tenriruwa: Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam 1, no. 1 (2023).

Ayu Aspila, Baharuddin. “Moderasi Beragama Di Era Milenial.” Jurnal La Tenriruwa 1, no. 1 (2022): 104–23.

Barmawie, B, and F Humaira. “Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Islam Dalam Membina Toleransi Umat Beragama.” Orasi: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 9, no. 2 (2018).

Basit, A. “Tantangan Profesi Penyuluh Agama Islam Dan Pemberdayaannya.” Jurnal Dakwah 20, no. 1 (2019).

Diajukan, Tesis, Memenuhi Salah, Satu Syarat, Memperoleh Gelar, Bidang Dirasah, Islamiyah Pascasarjana, U I N Alauddin, Makassar Oleh, and Kamriana Nim. “Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Di Kabupaten Sinjai ( Studi Tentang Bimbingan Penyuluh ),” 2023.

Dwiyono, Hamid, Twediana Budi Hapsari. “Optimalisasi Peran Penyuluh Di Bidang Konseling Islam Di Kua Wirobrajan Yogyakarta Hamid Dwiyono Twediana Budi Hapsari Universitas Muhammadiyah 18, no. 1 (2024): 503–19.

Ernas, Saidin, and Zuly Qodir. “Agama Dan Budaya Dalam Integrasi Sosial (Belajar Dari Pengalaman Masyarakat Fakfak Di Propinsi Papua Barat).”

Ghani, Y I Al, and H Susanto. Pendidikan Agama Islam: Problematika Dan Tantangan. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah Ponorogo Press, 2022.

Hajid, Silvano. “‘Satu Tungku Tiga Batu’ - Warisan Leluhur Fakfak Di Papua Yang ‘Melampaui Toleransi’ Tetapi Dikritik Kalangan Muda.” 2024. Accessed July 31, 2025. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c884jpl04nno#:~:text=Sejumlah generasi muda pun mempertanyakan,Kementerian Agama pada 2019 silam.

Husin, Khairah. “Peran Mukti Ali Dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama Di Indonesia,” n.d., 101–20.

Jurnal Pemikiran Sosiologi 2, no. 2 (2017): 43. https://doi.org/10.22146/jps.v2i2.30015.

Kurniawan, Juli Armadhan, and Rapiun. Penyuluh Agama Islam Melek Digital. Pustaka MediaGuru, 2023.

Miles, Matthew B., and A. Micheal Huberman. Qualitative Data Analysis. SAGE Publication. 2nd ed. Sage Publications, 1994.

Nasir, M A. “Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Islam Dalam Menjaga Toleransi Umat Beragama Di Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.” Maddah: Jurnal Ilmu Dakwah 11, no. 2 (2022).

Nuriah, R. “Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Swadaya Dalam Menanamkan Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta.” Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) 9, no. 2 (2022).

Pandie, Daud Alfons. “Konsep ” Satu Tungku Tiga Batu ” Sosio-Kultural Fakfak Sebagai Antarumat Beragama.” Sociietas Dei 5, no. 1 (2018).

Putri, A, and N Adnan. “Peran Penyuluh Agama Dalam Mengurangi Terjadinya Stunting Di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciputat Timur.” Jurnal Mercusuar: Bimbingan, Penyuluhan, Dan Konseling Islam 4, no. 1 (2022).

Rahman, A. “Tantangan Dan Peluang Penyuluh Agama Di Era Digital.” Jurnal Komunikasi Dan Dakwah 5, no. 2 (2021).

Rahmayani, I. “Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Membina Kerukunan Umat Beragama Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa.” 2017.

Salma, Fiddaroyni, Idatul Harumi, “Peran Penyuluh Agama Dalam Upaya Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur`an di Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri,” 2022.

Siregar, M A. “Profesionalisme Penyuluh Agama Islam Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi.” Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi Islam 2, no. 3 (2020): 89–100.

Sukandar, G, M N Yamin, and A Fauzan. “Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Dalam Pembinaan Keluarga Islam Di Purwosari.” Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 17, no. 5 (2023).

Suryana, N I. “Strategi Penyuluhan Agama Islam Dalam Pembinaan Keagamaan Terhadap Majelis Taklim Khoirunnisa Cokrokusuman Kota Yogyakarta.” Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 17, no. 5 (2023): 3096–3102.

Suyanto, H, and N Ismail. “The Role of Islamic Extension Workers in the Spiritual-Mental Development of Kalurahan Civil Service in Patuk District.” International Journal of Social Service and Research 3, no. 10 (2024).

Syam, Nur. “Humanist Proselytizing In Disruptive Era.” ICONDAC International Conference on Da`wa & Communication, no. e-ISSN: 2686-6048 (2022).

Waluyo, Joko. “Peran Penyuluh Agama Dalaam Membangun Kerukunan Umat dan Integritas Bangsa”. https://purbalingga.kemenag.go.id/peran-penyuluh-agama-dalam-membangun-kerukunan-dan-integritas-bangsa/ Yakin, A. U. (2019). Islam Moderat dan isu-isu kontemporer. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=tuylDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA23&dq=partisipasi+politik+masyarakat+bima+dalam+pemilihan+umum+analisis+%22faktor+faktor%22+penentu&ots=jKxurO3ydH&sig=rUMtskE4uAtOxF1WCR34sHne7XQ

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Hibrizi, L. A., Mintarsih, W., & Hidayanti, E. (2026). Peran Penyuluh Agama dalam Memperkuat Kerukunan Umat Beragama di Distrik Teluk Patipi Kabupaten FakFak . POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 7(1), 1–13. Retrieved from https://e-journal.iainfmpapua.ac.id/index.php/porosonim/article/view/1962