Resolusi Konflik Perebutan Mayat: Negosiasi Antaragama di Sentani, Papua

Authors

  • Faisal IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia
  • Zulfadli IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia
  • Fajrul Ramadan Puarada IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53491/porosonim.v5i2.1317

Keywords:

Fighting Over Corpses, Muslim Minorities, Negotiations, Power Sharing

Abstract

This study examines the social dynamics of the muallaf community in Sentani, focusing on religious and familial conflicts during funeral processes. The aim is to explore how family disputes arising from differing religious beliefs can be mitigated through power-sharing negotiation strategies. Employing a qualitative methodology with a phenomenological approach, the research utilizes Jackman's negotiation theory as an analytical framework. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving religious leaders and family members. Findings indicate that effective mediation and open communication are key strategies in alleviating tensions. Additionally, the roles of government and religious organizations are critical in maintaining order, mediating disputes, and formulating inclusive policies. Religious leaders contribute by enforcing ethical norms, providing counseling, and facilitating negotiations. Collaborative efforts between government and religious institutions can yield fair solutions that respect various traditions. By fostering inclusivity and mutual respect for diverse customs, communities can create a more harmonious environment. This study recommends enhancing conflict resolution knowledge and developing innovative strategies to address future challenges effectively.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif (I). Edited by P. Rapanna. Kota Makassar. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=JtKREAAAQBAJ

Abror, M. (2020). Moderasi beragama dalam bingkai toleransi. Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 137–148. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174

Afreiza Octaguna, A., Putri, A. I., Matthew, K., & Herrenaw Universitas. (2023). Perspektif agama terhadap cara penguburan dan dampaknya terhadap lingkungan. Nusantara Journal, 1–17. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx

Agustianti, R., & Gatriyani, N. (2019). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (I). Kota Makassar: CV. Tohar Media. https://books.google.co.id

Ahmad, H. A. (2016). Resolusi konflik keagamaan di Aceh Singkil dalam perspektif budaya dominan. Multikultural & Multireligius, 15(3), 45–60. https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/43

Ahmadi, K. D., Temanggung, J. T., & Kudus. (2014). Keselarasan hidup beda agama dan aliran: Interaksi Nahdliyin, Kristiani, Buddhis, dan latar belakang masalah kerukunan umat beragama di Indonesia. Jurnal Sosial Keagamaan, 2(1), 75–94.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (I). Edited by E. D. Lestari. Sukabumi: CV. Jejak.

Ayyub Subandi, & Saifullah bin Anshor. (2020). Fatwa MUI tentang pengurusan jenazah muslim yang terinfeksi Covid-19 ditinjau dari perspektif Mazhab Syafi’i. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 1(2), 235–250. https://doi.org/10.36701/bustanul.v1i2.149

Cahayaninng, M., Nisa, K., Vitasari, R. A., Cahayaninng Putri, M., Nisa, T. K., & Vitasari, R. A. (2024). Membangun harmonisasi di tengah masyarakat majemuk: Studi kasus toleransi umat Islam dengan Buddha di Kudus. JSA: Jurnal Studi Agama, 8(1), 77–85. https://doi.org/10.19109/xndcpq60

Daud. (2024). Wawancara. Sentani.

Dewantara, A. W. (2015). Pancasila sebagai pondasi pendidikan agama di Indonesia. Jurnal Imiah CIVIS, 5(1), 640–644. http://journal.upgris.ac.id/index.php/civis/article/view/626

Fajrussalam, H., Azizah, A., Rahman, E. A., Hafizha, Z., & Ulhaq, S. (2023). Hakikat dan eksistensi manusia sebagai makhluk yang bermoral. Jurnal of Social Science Research, 3(2), 1706–1721. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i2.483

Fauzi, A., Ihsan, M., Mubarok, H., Rafsadie, I., & Mulyartono, S. (2020). Memahami dan menengahi konflik keagamaan: Kumpulan materi untuk peserta pelatihan (1st ed.). Edited by D. Kusumaningrum. Jakarta: Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Wakaf Paramadina. http://paramadina-pusad.or.id

Firdaus, A., Kamaluddin, K., & Fitriani, F. (2023). Tata cara pemakaman menurut agama Islam dan Kristen di Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 819–825. https://doi.org/10.56832/edu.v3i1.281

Hakiki, T., & Cahyono, R. (2015). Komitmen beragama pada muallaf (studi kasus pada muallaf usia dewasa). Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 4(1), 20–28. http://journal.unair.ac.id/filerPDF/jpkk8d6c54d882full.pdf

Hakim, A. L. (2018). Strategi komunikasi lintas agama FKUB Surabaya dalam menangani konflik. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(1), 19–34. https://doi.org/10.31538/almada.v1i1.129

Hamidi, I., Pratama Atiyatna, D., Mahdi, A., & Bashir, A. (2020). Penyuluhan tata cara penyelenggaraan jenazah bagi. Journal of Sriwijaya Community Services, 1(2), 125–133. https://doi.org/10.29259/jscs.v1i2.21

Hanafi, I. (2018). Agama dalam bayang-bayang fanatisme. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 48–67. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/view/5720

Hapsin, A., & Imroni, M. A. (2014). Urgensi regulasi penyelesaian konflik umat beragama. Walisongo, 22(2), 351. https://doi.org/10.21580/ws.22.2.270

Iribaram, S., & Semedi, P. S. (2011). Satu Tungku Tiga Batu: Kerja sama tiga agama dalam kehidupan beragama di Fakfak. Universitas Gadjah Mada. https://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/50441

Ismardi, & Arisman. (2014). Meredam konflik dalam upaya harmonisasi antar umat beragama. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 6(2), 200–222. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/viewFile/907/863

Malo, A., Budianto, A., & Widiatmoko, S. (2023). Kepercayaan dan tradisi penguburan jenazah di masyarakat Kampung Manola Kabupaten Sumba Barat Daya. Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran, 6, 533–543. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/3785

Megawaty, H., Waruwu, L., & Sitio, R. (2023). Sesawi. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 5(1), 119–132. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i1.189

Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nelisma, Y., & Barmawi, B. (2022). Penyelenggaraan jenazah perspektif Islam, etika dan budaya dalam bimbingan dan konseling. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 5317–5324. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.6324

Nurani, R. S., & Moimau, A. (2024). Tinjauan teologis-filosofis mengenai pemahaman tentang kematian dan eskatologi Kristen. Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi, 1(2), 71–83. https://doi.org/10.54765/silihasuh.v1i2.43

Panggarra, R. (2014). Konflik kebudayaan menurut teori Lewis Alfred Coser dan relevansinya dalam upacara pemakaman (Rambu Solo’) di Tana Toraja. Jurnal Jaffray, 12(2), 291–316. https://doi.org/10.25278/jj.v12i2.020.291-316

Paranoan, S. (2015). Akuntabilitas dalam upacara adat pemakaman. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 214–223. https://doi.org/10.18202/jamal.2015.08.6017

Rosana, E. (2015). Konflik pada kehidupan masyarakat (telaah mengenai teori dan penyelesaian konflik pada masyarakat modern). Jurnal Al-Adyan, 10(2), 216–230. https://doi.org/10.24042/ajsla.v10i2.1430

Sari, I. N., & Hayat, H. (2022). Metode penelitian kualitatif (I). Malang: Unisma Press. https://books.google.co.id

Sianipar, G., Judijanto, L., Jenuri, J., Abubakar, A., & Hakim, L. D. R. (2023). Pengaruh agama terhadap penyelesaian konflik sosial di masyarakat. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 149–152. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.19843

Syahril Utina, M. (2024). Wawancara. Sentani.

Ta’birampo, W., Nengsi, N., Taburang, A., & Widia, P. (2023). Teologi Kristen dan dinamika hubungan keluarga: Suatu kajian literatur pembentukan nilai-nilai keluarga. Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 1(4), 427–436.

Tania, Y. (2016). Self-disclosure anak yang pindah agama kepada orang tua. Jurnal E-Komunikasi, 4(1), 1–12. http://publication.petra.ac.id/index.php/ilmu-komunikasi/article/view/4879

Ummatin, K. (2017). Konflik dan integrasi umat beragama dalam budaya lokal di Loka Muksa Sri Aji Joyoboyo Menang Pagu Kediri. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 1(1), 37. https://doi.org/10.14421/panangkaran.2017.0101-03

Wardyaningrum, D. (2015). Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga: Orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 2(1), 47–58. https://jurnal.uai.ac.id/index.php/SPS/article/view/110

Yunus, F. M. (2014). Konflik agama di Indonesia: Problem dan solusi pemecahannya (Religious conflicts in Indonesia problems and solutions to solve them). Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 16(2), 217–228. https://doi.org/10.22373/substantia.v16i2.4930

Downloads

Published

2024-12-27

How to Cite

Faisal, Zulfadli, & Fajrul Ramadan Puarada. (2024). Resolusi Konflik Perebutan Mayat: Negosiasi Antaragama di Sentani, Papua. POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 5(2), 158-178. https://doi.org/10.53491/porosonim.v5i2.1317